Uji Klinis Vaksin Merah Putih Segera Dimulai, Eijkman Libatkan 5.000 Relawan

Ilustrasi pengembangan vaksin Merah Putih LBM Eijkman. (Foto: rri.co.id)
Bagikan:

Jakarta – Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio menginformasikan, pengujian klinis fase pertama vaksin Covid-19 Merah Putih rencananya bakal dilakukan sekitar bulan September 2021. Pengujian ini nantinya akan melibatkan minimal 5.000 relawan.

“Minimum relawan yang dibutuhkan 5.000 orang. Namun, harapnnya jumlah relawan bisa mencapai 20.000 orang,” ujarnya dilansir dari CNNIndonesia.com.

Bacaan Lainnya

READ  Penelitian Terbaru, Antibodi Penyintas Covid-19 Bertahan Hingga 9 Bulan

Saat ini LBM Eijkman tengah dalam tahap transisi dari penelitian dan pengembangan menuju industri. Harapannya, pihaknya dapat menyelesaikan transfer bibit vaksin ke Bio Farma pada akhir Maret 2021. Dan jika transfer sudah selesai, vaksin akan diproduksi dalam jumlah banyak untuk kepentingan uji klinis.

Uji klinis tahap pertama ini akan berlangsung kurang lebih selama delapan bulan. Pihaknya juga belum bisa memastikan terkait lokasi uji klinis vaksin tersebut karena masih dalam tahap diskusi dengan Bio Farma serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

“Intinya kita harus memilih mereka yang belum divaksinasi. Jadi dengan berjalannya program vaksinasi, sebaran subjeknya akan berubah nantinya,” ujarnya.

READ  10 Kampus Dapat Dana Riset Pengabdian Masyarakat Terbanyak Dari Kemenristek

Jadwal pengembangan vaksin Merah Putih dari LBM Eijkman sejauh ini masih sesuai jadwal dari awal. Jika rangkaian penelitian dan pengujian sudah selesai dilakukan, pihaknya berharap vaksin Merah Putih bisa segera mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM. “Harapannya pada pertengahan 2022, vakin merah putih sudah mendapat EUA dari BPOM,” ujarnya.

Vaksin Covid-19 Merah Putih ini rencananya digunakan untuk memenuhi minimal 50 persen kebutuhan vaksin di tanah air. Vaksin ini rencananya akan diproduksi perusahaan farmasi Bio Farma.

READ  Waspada, Kecanduan Smartphone Bisa Turunkan Kualitas Tidur

Sebagai informasi, selain LBM Eijkman, ada lima institusi lain yang juga mengembangkan vaksin Merah Putih. Lima institusi ini meliputi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang mengembangkan protein rekombinan.

Lalu dari perguruan tinggi, ada Universitas Indonesia (UI) dengan DNA MRNA, Universitas Airlangga (Unair) dengan adenovirus. Kemudian ada Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan adenovirus dengan protein rekombinan, dan Universitas Gadjah Mada(UGM) yang mengembangkan protein rekombinan. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *