Home ยป Info
Info

Tips buat Artis Agar Tak Terseret Kasus Hukum dari Endorsement

Celah pendapatan selebritas dalam negeri bertambah. Yakni, mempromosikan barang dagangan melalui akun media sosial miliknya alias endorsement.

Lantaran mempunyai banyak pengikut alias follower, jasa si artis diyakini mampu menarik pembeli ke lapak si pedagang. Mereka ini disebut juga sebagai influencer.

Namun, jangan hanya tergiur dengan rupiah yang masuk ke rekening dari endorsement. Para artis juga harus teliti menerima barang endorsement. Alih-alih mengejar rupiah, si artis malah terseret kasus hukum.

Selebritas Yeyen Lidya memegang prinsip agar menghindari untuk menerima endorsement, terhadap produk-produk yang berkaitan dengan finansial seperti investasi, trading saham apalagi judi online.

Ia mengaku memiliki tanggung jawab moral atas dampak yang ditimbulkan bagi para pengikutnya yang tersugesti membeli sebuah produk yang ia pasarkan. Sementara mengenai trading saham ia mengaku tidak menguasai cara kerja, manfaat dan risiko yang ada.

“Biasanya yang saya kurang paham itu saya hindari, tidak akan saya terima,” kata Yeyen.

Yeyen berujar, kemajuan teknologi tidak lantas membuat masyarakat jeli untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Dengan iming-iming mendapatkan return tertinggi, bukan hal aneh masyarakat banyak yang terpedaya dengan bualan influencer tanpa mempertimbangkan risiko yang akan ditanggung.

“Karena siapa sih yang enggak mau dapet duit cepat dan gampang? Hal-hal seperti ini biasanya yang terlalu muluk-muluk malah bahaya,” katanya.

Tidak hanya soal investasi, artis yang pernah membintangi film Pocong Keliling itu juga selektif dan sangat hati-hati menerima tawaran endorsement produk makanan dan kecantikan.

Hal pertama yang ia konfirmasi adalah menelusuri daftar merek produk yang akan dipasarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Produk kecantikan aku akan minta nomor BPOM dan minta admin untuk cek kebenarannya, dan untuk elektronik biasanya aku enggak ambil, karena aku takut penipuan, apalagi kalau harganya murah,” ungkap Yeyen.

Baca Juga:  Selenggarakan Festival Desa 2022, PDIP: Ini Cara Menyatu dengan Rakyat

Sementara itu, Manajer dari manajemen Avatara88, Sulung Landung memastikan artis di bawah naungan manajemennya hampir tidak ada yang menerima endorsement berupa trading saham.

Pertimbangan utama para artis Avatara88 tak menerima kerjasama dengan trading saham adalah, materi produk yang tidak selaras dengan pekerjaan mereka sebagai seniman. Artis di bawah manajemen Avatara88 didominasi oleh aktor dan aktris.

“Jadi sebenarnya talent yang saya handle itu pertama bukan berangkat dari endorsers, mereka itu aktor dan aktris berangkat dari dunia seni. Mereka pasti kalau ada tawaran itu sesuatu yang buat mereka in line,” kata Sulung saat berbincang dengan merdeka.com.

Artis di bawah manajemen Avatara88 yaitu; Adinia Wirasti, Aline Adita, Asmara Abigail, Ben Joshua, Cathy Sharon, Chew Kinwah, Dian HP, Dion Wiyoko, Giulio Parengkuan, Julie Estelle, Lukman Sardi, Nicholas Saputra, Sigi Wimala, dan Vino G. Bastian.

Selain itu, Sulung mengatakan bahwa para artisnya memegang prinsip tanggung jawab moril saat mengambil sebuah kontrak kerjasama. Dalam setiap produk yang diiklankan, citra artis tersebut dipertaruhkan.

“Kalau pun mereka terima endorsement sangat memilih karena itu menyangkut image mereka, menyangkut position mereka,” tuturnya.

Satgas Waspada Investasi

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing mengingatkan agar para selebgram, yang memiliki jumlah pengikut sangat banyak, memperhatikan aspek legalitas dari platform yang akan mereka iklankan.

“Apabila produk yang dipromosikan melanggar ketentuan perundang-undangan, tentu influencer ini dapat diproses secara hukum karena telah memasarkan produk atau kegiatan yang dilarang di Indonesia,” kata Tongam, Jumat (18/2).

Para selebgram juga dilarang melakukan promosi dan pemasaran dengan menjanjikan hal di luar kewajaran dan yang belum pasti baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca Juga:  Makanan Penyebab Lendir di Tenggorokan dan Cara Mengatasinya

Sebab, sebagai seorang selebgram memiliki peran sangat kuat untuk mempengaruhi para pengikutnya dan juga masyarakat terhadap segala bentuk barang dan kegiatan yang dipromosikan.

Contohnya, dengan menampilkan gaya hidup pamer, flexing, menurut Tongam itu merupakan kegiatan marketing untuk memberikan sinyal kepada para pengikut atau masyarakat dan mencari tahu sumber penghasilan dari selebgram tersebut.

“Masyarakat kebanyakan tergiur dengan imbal hasil yang dijanjikan tanpa mengetahui dan mempelajari dasar-dasar trading itu sendiri dan belum paham risikonya,” jelasnya.

Sebagai selebgram yang mempromosikan satu produk ilegal, tentunya memiliki konsekuensi hukum. Konsekuensi lainnya adalah, SWI akan melakukan penurunan situs atau aplikasi dan media sosial milik selebgram tersebut.

“Apabila masyarakat sudah ada yang mengalami kerugian akibat penawaran-penawaran influencer tersebut, kami sarankan untuk melapor ke kepolisian untuk diproses hukum,” imbau Tongam.

Imbauan Polisi

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengimbau, mengingatkan para influencer perhatikan betul aspek legalitas jika menerima endorsement investasi saham.

“Pertama harus dicek dulu legalistasnya. Kalau dia (perusahaan) bukan terdaftaf di Bappebti, OJK ya,” katanya.

Ditanya soal kasus yang menjerat Indra Kenz, crazy rich Medan yang dipolisikan korban akibat ulahnya mempromosikan Binari Option. Ini jawabannya.

“Itukan penipuan yang pertama. Perusahannya tidak terdaftar, ilegal itu sudah penipuan. Sampaikan itu legal ternyata ilegal ya itu udah penipuan, bisnis sistemnya juga ilegal,” singkatnya.

Baca Selengkapnya