Temukan Potensi Ekspor Baru Sulut, Kementan Bersafari

Kementerian menerapkan strategi Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) untuk mendongkrak ekspor komoditas pertanian. (foto: Kementan)
Bagikan:

Manado – Sebagai bagian dari Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks) yang diusung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Karantina Pertanian Manado memutuskan melakukan blusukan guna menemukan komoditas ekspor pertanian yang baru di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

“Kami akan melakukan safari ekspor, berkeliling ‘blusukan’ di kabupaten di Sulawesi Utara yang memiliki potensi komoditas pertanian unggulan. Kami akan eksplorasi menjadi komoditas unggulan ekspor baru dari Sulut,” ujar Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, Selasa (2/3/2021).

Bacaan Lainnya

READ  Maret-April 2021, Food Estate Sumut Diperkirakan Panen Bawang

Donni menyebut, tahap pertama safari ekspor telah dilaksanakan di Kabupaten Tomohon dan Bolangmongondow Timur. Kedua daerah tersebut banyak menghasilkan berbagai ragam jenis komoditas pertanian seperti bawang, porang hingga komoditas bunga krisan.

Menurutnya, dengan blusukan pihaknya dapat melakukan edukasi langsung kepada para petani maupun pelaku usaha terkait peluang ekspor pada sebuah komoditi, termasuk bagaimana cara mempersiapkan pasar ekspor. Seperti yang sudah dilakukan saat ini, Donni mengklaim pihaknya tengah mendampingi pengembangan ekspor bunga krisan asal Tomohon.

“Pasarnya sudah ada, selanjutnya kami akan fasilitas para eksportir berupa pendampingan agar komoditas yang akan diekspor sesuai standar persyaratan negara tujuan,” tutur Donni.

Sebelumnya, Sulut telah mencatatkan sertifikasi ekspor bulan Januari–Februari 2021 didominasi oleh komoditas olahan kelapa mulai dari bungkil kelapa, air kelapa, kelapa parut, minyak kelapa, hingga santan kelapa dengan nilai ekonomi mencapai Rp786,5 miliar. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *