Home ยป Info
Info

Perbedaan Rematik dan Asam Urat, Penyebab Hingga Cara Pengobatan

Perbedaan rematik dan asam urat penting untuk Anda ketahui. Baik dari penyebab hingga cara pengobatan kedua penyakit tersebut memang berbeda. Meski keduanya sama-sama penyakit yang bikin nyeri sendi.

Merangkum dari berbagai sumber, ada dua jenis penyakit radang persendian yang menjadi penyebab kondisi tersebut, yakni rematik serta asam urat.

Karena gejala yang muncul sama sehingga banyak orang yang tak dapat membedakan antara rematik dengan asam urat.

Oleh sebab itulah, Anda perlu mengenali perbedaannya karena gejala kedua penyakit tersebut hampir sama, yaitu bengkak, rasa nyeri, serta kemerahan pada bagian sendi.

Baik rematik maupun asam urat sama-sama menimbulkan rasa tidak nyaman ketika Anda sedang melakukan aktivitas. Namun, Anda sebenarnya masih bisa membedakan antara kedua jenis penyakit tersebut.

Kenali Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Rematik atau rheumatoid arthritis ini adalah kondisi pembengkakan dan peradangan pada sendi. Kondisi itulah yang menyebabkan munculnya rasa nyeri. Sedangkan, penyakit asam urat terjadi akibat mengendapnya asam urat di bagian sendi.

Perbedaan Penyebab

Perbedaan rematik dan asam urat dari faktor penyebab. Rematik sendiri adalah penyakit autoimun, biasanya diturunkan dari keluarganya.

Namun, sampai sekarang apa yang menjadi pemicu gejala penyakit rematik ini masih belum bisa diketahui dengan jelas. Mungkin saja akibat adanya infeksi virus serta kebiasaan merokok.

Sedangkan yang menjadi gejala penyakit asam urat ini bisa kambuh jika terlalu banyak makan makanan yang tinggi kandungan purin. Seperti kerang, ikan, jeroan, daging, dan roti berbahan gandum.

Perbedaan Tempat

Perbedaan rematik dan asam urat bisa Anda ketahui dari tempat terjadinya dua penyakit tersebut. Biasanya rematik menyebabkan sendi-sendi pada tubuh terasa nyeri dan kaku.

Baca Juga:  Cara Memilih Velg Mobil Bekas yang Benar, Simak Infonya!

Rasa nyeri pada daerah yang menderita rematik bisa bengkak, memerah, dan terasa panas. Tetapi gejala tersebut hanya pengidap asam urat yang bisa mengalaminya.

Asam urat sendiri terjadi akibat kelebihan asam urat pada tulang, sendi, serta jaringan tubuh lainnya. Rasa nyeri akibat asam urat biasanya muncul tiba-tiba.

Terasa pada bagian persendian atau jempol kaki. Rasa sakit bisa muncul pada salah satu kaki atau bahkan keduanya.

Perbedaan Faktor Risiko

Faktor risiko juga bisa menjadi tanda rematik maupun susu. Kondisi ini memang bisa menimpa siapapun tanpa melihat usia.

Meski begitu, kelompok lansia 60 tahun ke atas yang paling sering mengalami penyakit ini.

Selain itu, wanita juga paling sering mengalami penyakit rematik ketimbang pria. Kebiasaan mengonsumsi makanan dengan pemanis buatan dan minuman beralkohol juga bisa meningkatkan asam urat.

Perbedaan Cara Pengobatan

Cara pengobatan rematik dan asam urat pun berbeda. Meskipun sampai saat ini penyakit rematik belum dapat disembuhkan. Pengobatan untuk penyakit tersebut hanya untuk membantu meredakan gejalanya.

Dalam kasus ini biasanya dokter akan memberikan resep obat-obatan, seperti anti nyeri, anti rematik, dan untuk obat kortikosteroid bagi penderita rematik.

Tetapi, semua jenis obat tersebut harus dikonsumsi sesuai dengan tingkat keparahan penyakit rematik yang pasien alami.

Guna mencegah asam urat dengan kadar yang terlalu tinggi, biasanya dokter juga memberikan obat allopurinol untuk penurun kadar asam urat.

Selain itu, dokter pun menyarankan penderita rematik mengurangi mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung tinggi purin dan alkohol.

Itulah penjelasan mengenai beberapa perbedaan rematik dan asam urat. Untuk memastikan nyeri sendi yang Anda alami sebaiknya periksakan ke dokter.

Pada intinya, Anda harus merubah gaya hidup dan rutin melakukan olahraga agar terhindar dari kedua jenis penyakit tersebut.

Baca Juga:  Cara Menghitung Berat Badan Ideal Paling Tepat, Ini Rumusnya!