Home » Info » Makanan Penyebab Lendir di Tenggorokan dan Cara Mengatasinya
Info

Makanan Penyebab Lendir di Tenggorokan dan Cara Mengatasinya

Makanan penyebab lendir di tenggorokan memang sebaiknya Anda hindari. Di dalam saluran napas bagian atas, hidung, sinus, dan tenggorokan terdapat sel-sel.

Sel-sel ini akan menghasilkan lendir dalam jumlah yang normal untuk menjaganya agar tetap lembab. Tanpa adanya lendir, baik hidung maupun tenggorokan akan terasa kering dan tidak nyaman.

Lendir tersebut juga berfungsi untuk membantu melindungi dari terjadinya infeksi. Namun jika produksi lendir dalam jumlah yang tinggi, tentunya akan menjadi masalah bagi kesehatan Anda. Biasanya lendir tersebut terkumpul pada bagian belakang tenggorokan, terutama saat malam hari.

6 Makanan Penyebab Lendir di Tenggorokan

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab produksi lendir berlebih. Salah satu faktor yang paling umum adalah peradangan karena alergi.

Namun makanan juga dapat menjadi penyebab lainnya. Lebih mengkhawatirkannya lagi, makanan-makanan tersebut sangat mudah Anda jumpai.

Bahkan tanpa Anda sadari sudah mengonsumsi makanan-makanan tersebut setiap hari. Maka dari itulah, sebagai sumber informasi kesehatan Anda, berikut ini adalah daftar makanan penyebab lendir di tenggorokan.

1. Kacang Kedelai

Seperti yang sudah Anda tahu bahwa kacang kedelai ini merupakan sumber protein nabati terbaik. Namun karena kandungan protein nabatinya inilah, menjadi penyebab pembentukan lendir pada tenggorokan.

2. Makanan yang Mengandung Gluten

Gluten merupakan salah satu makanan yang menjadi penyebab produksi lendir secara berlebihan di tenggorokan. Gluten sendiri adalah zat yang dapat melengketkan molekul.

Agar gluten dapat dicerna oleh pencernaan kita, membutuhkan dorongan asam lambung yang lebih banyak. Bentuk dari asam lambung ini seperti cairan atau lendir yang dapat memicu produksi lendir secara melimpah.

Baca Juga:  Tips Merawat Mesin Diesel dan Cara Memilih Oli yang Tepat Agar Mobil Sehat

3. Daging

Daging juga menjadi penyebab pembentukan lendir pada tenggorokan. Meskipun makanan penyebab lendir di tenggorokan ini tidak memberikan pengaruh pada sistem pernapasan, tetapi jumlah lendir yang dihasilkan dari mengonsumsi daging cukup tinggi.

Contoh daging yang sebaiknya Anda kurangi jumlah konsumsinya seperti daging merah hingga unggas.

4. Produk Susu

Makanan penyebab lainnya yakni produk susu. Namun untuk makanan ini, ada baiknya tidak mengonsumsinya saat sedang flu atau batuk.

Beberapa contoh produk susu ini antara lain roti, yoghurt, keju, krim, dan produk susu lainnya. Bila Anda ingin mencukupi kebutuhan vitamin, zat besi, dan kalsium harian, bisa menggantinya dengan jenis makanan lainnya.

5. Madu

Makanan penyebab lendir di tenggorokan selanjutnya yakni madu. Madu dapat mempengaruhi aktivitas pembentukan lendir.

Namun hal ini dipengaruhi oleh asal bahan baku tanaman yang digunakan untuk memproduksi madu tersebut.

Sebagai salah satu contoh adalah madu Ecucalyptus. Madu jenis ini dapat menjadi salah satu penyebab aktivitas pembentuk lendir.

6. Cokelat

Cokelat merupakan jenis makanan yang paling digemari oleh semua kalangan usia. Meskipun demikian, cokelat menjadi makanan dan minuman pemicu produksi lendir.

Seseorang yang memiliki alergi terhadap cokelat, akan menunjukkan salah satu reaksi seperti batuk hingga memicu produksi lendir dalam jumlah banyak.

Cara Mengatasi Lendir

Selain menghindari makanan penyebab lendir di tenggorokan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan menggunakan semprotan hidung steroid.

Semprotan hidung steroid ini tersedia dalam berbagai jenis. Ada baiknya Anda menggunakan semprotan yang lebih kuat seperti flutikason.

Semprotan ini umumnya dapat bekerja jauh lebih baik daripada semprotan yang lemah. Seperti semprotan yang mengandung beclomethasone. Semprotan hidung steroid ini tidak bekerja secara langsung.

Baca Juga:  Mantan Finalis Miss Indonesia Haifa Nafisa Berbagi Tips agar Percaya Diri

Akan tetapi, Anda perlu menggunakannya setiap hari selama kurang lebih dua minggu. Selain itu, perhatikan pula cara penggunaannya. Pastikan Anda menggunakannya dengan benar.

Jangan memiringkan kepala Anda ke arah belakang, karena hal ini hanya mengarahkan semprotan ke bagian tenggorokan yang tidak akan membantu mengatasi lendir.

Ada baiknya Anda melakukannya sambil duduk tegak dan arahkan semprotan ke lapisan luar setiap lubang hidung.

Kelebihan lendir juga dapat dikaitkan dengan refluksi asam dari lambung yang kemudian membuat iritasi pada tenggorokan. Mengonsumsi obat yang mengurangi produksi asam dapat membantu mengatasinya.

Selain itu, sebagai langkah pencegahannya, kurangi makanan penyebab lendir di tenggorokan pada menu makan Anda.