Kepala Unit PPA Rejang Lebong Minta Masyarakat Ikut Berperan Tekan Angka Kekerasan Pada Perempuan dan Anak

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Istimewa)
Bagikan:

Bengkulu – Polres Rejang Lebong, Bengkulu, mengategorikan kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi di wilayah tersebut cukup tinggi. Sepanjang tahun 2020, Polres Rejang Lebong menangani 44 kasus PPA, 27 di antaranya adalah kasus asusila dan 17 kasus lainnya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sementara sepanjang Januari-Maret 2021, Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Rahmat Hadi F. diwakili Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aiptu Dessy Oktavianti mengatakan, pihaknya telah menangani 11 kasus.

Bacaan Lainnya

“Kasus tindak pidana asusila di Kabupaten Rejang Lebong saat ini cukup tinggi dan tercatat sebagai daerah nomor dua tertinggi di Provinsi Bengkulu, setelah Kabupaten Bengkulu Utara,” terangnya, Senin (22/3/2021).

READ  Sebut Teman Satu Indekos Ganteng, Pria Ini Justru Tewas Dibacok

Dari 11 kasus yang ditangani Polres Rejang Lebong di antaranya merupakan 1 kasus KDRT, 1 kasus penganiayaan, 2 kasus eksploitasi anak, 5 kasus persetubuhan, dan 2 kasus cabul.

Tingginya kasus tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak dan tidak hanya bergantung dengan petugas kepolisian, tetapi juga peranan pemerintah daerah serta kalangan orangtua sehingga kasusnya tidak semakin bertambah.

“Peranan orangtua dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya sangatlah penting, sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Apalagi sekarang situasi pandemi anak-anak banyak yang belajar daring namun kenyataan mereka menggunakan internet untuk media sosial dan mengakses situs-situs terlarang,” jelasnya.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *