Kapolri Cabut Surat Larangan Liputan Kekerasan Anggota Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Gedung Tribrata, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/3/2021).(Dok Divisi Humas Polri)
Bagikan:

Jakarta – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo membatalkan Surat Telegram Kapolri yang mengatur tentang pelaksanaan liputan kegiatan polri yang bermuatan kekerasan. Keputusan itu dicabut, sebab menuai kontroversi dan mendapat kritik dari berbagai pihak karena berpotensi membahayakan kebebasan pers.

“Surat telegram tentang pelaksanan peliputan bermuatan kekerasan/dan atau kejahatan dalam program siaran jurnalistik dinyatakan dicabut/dibatalkan,” demikian bunyi telegram tersebut.

Bacaan Lainnya

Sementara, Internal Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono juga mengatakan, surat telegram dibuat agar kinerja polisi berjalan dengan baik.

“Telegram itu ditujukan kepada kabid humas. Itu petunjuk dan arahan dari Mabes ke wilayah, hanya untuk internal,” ujarnya.

Diketahui,  surat telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 itu diteken Kapolri tanggal 5 April 2021. Dalam telegram tersebut berisi 11 poin tentang pelaksanaan peliputan bermuatan kekerasan/dan atau kejahatan dalam program siaran jurnalistik.

Dalam surat tersebut, melarang media menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Media diimbau menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas, tetapi humanis.

Pada Selasa (6/4/2021) sore, telegram itu dibatalkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021. Surat itu ditandatangani Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono atas nama Kapolri. (May/IJS)

Bagikan:
READ  Suara Azan Remaja Ini Dihadapan Jenazah Ayahnya Bikin Terenyuh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *