Home » Info
Info

Dokter RS UNS Sampaikan Cara Mengenali Penyakit Jantung Bawaan Sejak Dini

JAKARTA – Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, angka penderita penyakit jantung semakin meningkat di setiap tahunnya. Hal tersebut disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengenali penyakit jantung bawaan yang dialaminya.

Mengenai penyakit jantung, dr. Risalina Myrtha, Sp.JP., Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit . Kelainan jantung bawaan adalah suatu kondisi kelainan struktural atau fungsional jantung yang dimiliki sejak lahir.

Kelainan jantung bawaan ada berbagai macam tergantung jenis kelainan yang terjadi. Secara umum, kelainan jantung bawaan bisa dibagi menjadi kelainan jantung bawaan kritis dan non kritis. Kelainan jantung bawaan kritis ini memerlukan intervensi segera dalam bulan pertama hingga tahun pertama kehidupan supaya dapat bertahan.

Sedangkan kelainan yang non kritis dibagi menjadi kelainan yang secara klinis signifikan dan non-signifikan. Salah satu contoh kelainan jantung bawaan kritis adalah adanya hambatan keluar dari jantung yang signifikan keluar seperti tricuspid atresia, koarctasio aorta, dan Hypoplastic Left Heart Syndrome dan tidak biru.

Mengenai apakah penyakit atau kelainan jantung bawaan ini dapat dilihat sejak usia dini, narasumber lain dr. Maria Galuh K. S, Sp. A, M. Kes, Dokter Spesialis Anak RS UNS mengatakan kelainan jantung bawaan itu bisa terjadi sejak lahir, bahkan ketika seseorang itu memeriksakan kandungannya bisa terdeteksi saat Ultrasonografi .

Gejala yang ditimbulkan jika memang itu sejak lahir bisa dengan nafas terengah-engah saat sedang disusui dan rasa kurang nyaman sehingga sering berhenti. “Namun jangan ketika bayi terengah-engah pasti penyakit jantung, tetap perlu dikaji dlu penyebabnya.

Intinya hal itu merupakan salah satu gejala yang harus kita perhatikan. Selain itu, kenaikan berat badan yang tidak sesuai dengan rekomendasi atau istilah kekiniannya BB seret dan gagal tumbuh dapat merupakan salah satu akibat adanya kelainan jantung ,” ungkap dr. Galuh.

Baca Juga:  Cara Mengetahui Ada atau tidaknya Kamera Tersembunyi di Penginapan

Ditemui juga dalam praktek klinis, gejala lainnya adalah seringnya batuk pilek berulang, radang berulang yang mana setelah disingkirkan alergi dan dilakukan pemeriksaan ternyata adalah penyakit jantung bawaan, memang gejalanya bisa bermacam-macam.

Penyebab atau faktor resiko kelainan jantung bawaan sebetulnya seringkali tidak diketahui pada 90% kasus. Tapi ada beberapa penyebab atau faktor risiko kelainan jantung bawaan, antara lain faktor genetik. Faktor risiko lain yang juga dikaitkan dengan kejadian kelainan jantung bawaan ialah Ibu yang menderita diabetes mellitus atau sakit gula, mengonsumsi alkohol dan rokok, dan penggunaan beberapa jenis obat-obatan saat hamil, misalnya lithium, yang digunakan sebagai terapi gangguan jiwa.














Baca Selengkapnya