Distribusi Bantuan Belum Capai Pedalaman, Pengungsi Hidup dengan Kondisi Mengenaskan

Relawan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat se Indoneaia (KKMSB) mendistribusikan bantuan di Sulawesi Barat. (Foto: KKMSB)
Bagikan:

Jakarta – Sepekan pasca bencana gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), masih banyak pengungsi yang belum tersentuh bantuan.

Mereka terpaksa bertahan hidup di tenda pengungsian dengan kondisi yang memprihatinkan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, mereka terpaksa harus tidur beralaskan daun dan sering kehujanan karena tenda darurat sudah bocor.

READ  Peringatan! Gempa M 5,1 Guncang Pandeglang Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Kondisi ini dialami oleh pengungsi di Desa Labuang Rano, Kecamatan Tappalang Timur, Mamuju, Sulbar.

Sunarwati, ibu tiga anak ini mengaku, sudah sepekan bertahan di tenda darurat yang sudah bocor dan tidur beralaskan daun karena belum mendapatkan bantuan tikar dari pemerintah.

Senada dengan Sunarwati, Sahira, wanita yang tengah hamil tujuh bulan ini menyebut, harus tinggal berpindah-pindah karena belum memiliki tenda sendiri sebagai tempat pengungsian.

READ  Gempa Majane: 8 Meninggal, 637 Luka, 62 Rumah Rusak, Dan Longsor

Banyaknya daerah terpencil yang belum tersentuh bantuan disinyalir karena maraknya aksi penjarahan bantuan di wilayah sebelum desa mereka.

Salah satu anggota Tagana Sulawesi Barat Ahmad Taufik mengungkapkan, ada lebih sekitar 500 kepala keluarga di Desa Labuang Rano yang mengungsi dan tersebar pada 10 titik pengungsian.

Ia mengatakan, hingga kini ada yang dapat bantuan, ada yang belum. Ia berharap warga bisa mendapat bantuan makanan pokok dan lainnya, khususnya untuk anak-anak dan lansia.

READ  Kunjungi Pengungsi Di Tenda, Gubernur Sulbar Berlinang Air Mata

Belum meratanya bantuan hingga daerah terpencil mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, salah satunya Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB).

Ketua KKMSB se-Indonesia, Muhammad Asri Anas mengatakan, aksi relawannya lebih fokus pada daerah-daerah terpencil.

Mantan Ketua Partai Amanat Nasional Provinsi Sulawesi Barat ini menjelaskan, alasan utama KKMSB fokus memberikan bantuan kepada warga di desa-desa terpencil.

“Itu merupakan kampung halaman kami. Kita tahu benar, daerah-daerah mana saja yang jarang terjangkau oleh relawan dari luar Sulbar. Dalam beberapa hari kedepan, kami akan menginstruksikan kepada relawan KKMSB untuk fokus ke wilayah terpencil,” ujarnya.

Asri mengatakan, bila relawan lain harus mendistribusikan lewat relawan yang ditunjuk Pemda. Namun, KKMSB memiliki keistimewaan untuk mendistribusikan langsung ke warga gempa Sulbar.

READ  Satgas Kawal Ketat Pendistribusian Bantuan Gempa Sulbar

“Kami memiliki hak untuk mendistribusikan sendiri ke warga. Kami sangat tahu, desa-desa yang jarang disentuh Pemda. Untuk itu, kami berinisiatif untuk langsung menuju lokasi yang menurut kami belum mendapatkan bantuan. Kami lahir di sana, kami juga tahu siapa saja yang belum mendapatkan bantuan sosial sama sekali”, jelasnya.

Ia menilai, pemerintah belum terlatih untuk menghadapi satu tanggap bencana. Asri mengusulkan, Pemda harus memiliki tim khusus yang menangani masalah bantuan dan pengungsi.

“Kami mengharapkan, Pemda dan Pemkab harus benar-benar belajar membentuk tim dan menangani belbagai masalah gempa bumi.”

Berdasarkan pengamatannya, pada hari keempat evakuasi, masih ada orang yang diambil dari reruntuhan gempa. Bahkan, di hari yang sama, daerah-daerah pedesaan belum terjangkau logistik.

READ  TNI AU dan Basarnas Makassar Kerahkan Personel Bantu Gempa Majene-Mamuju

KKMSB meminta kepada pemerintah agar logistik yang sudah diterima langsung didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. “Jangan disimpan dulu, baru didistribusikan,” tegasnya.

Dalam menanggapi bencana ini, KKMSB berfokus pada dua hal. Pertama, mengumpulkan bantuan dari belbagai daerah. Kedua, mendistribusikan bantuan kepada orang yang terdampak langsung gempa bumi.

READ  Gempa di Indonesia Meningkat, BMKG: Itu Sangat Wajar

Upaya ini merupakan bentuk nyata kepedulian KKMSB kepada korban gempa serta upaya membantu pemerintah dalam menangani bencana.

Ia memberikan bantuan logistik kepada korban gempa untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana. (Zak/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar