Beraksi Sejak 2020, Penipuan Rekrutmen BNI 46 Raup Puluhan Juta Rupiah

Ilustrasi penangkapan pelaku tindak kriminal. (Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Polisi berhasil mengungkap modus penipuan rekrutment palsu yang mengatasnamakan Bank BNI 46 dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Pelaku berinisial MTN berhasil diringkus setelah aksinya memakan 20 korban dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Kasus ini berawal dari laporan pihak Bank BNI 46 pada 18 Februari 2021. Polisi kemudian menangkap MTN di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan pada 13 Maret 2021.

Bacaan Lainnya

“Pengungkapan tindak pidana manipulasi data yang seolah-olah otentik melalui media elektronik,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Kamis (25/3/2021).

READ  Mentan Pastikan Penerima Pupuk Subsidi Sudah Sesuai

Dalam melakukan aksinya, tersangka membuat akun email atau surel dengan nama recruitment.callbni@gmail.com. Surel itu digunakan tersangka untuk menyebarkan informasi palsu yang menyatakan adanya proses rekrutmen karyawan BNI dengan gaji sebesar Rp10 juta.

Saat ada korban yang berminat, tersangka kemudian mengarahkan korban untuk mengirim surat lamaran dan mengisi data dirinya pada link bit.ly/rekrutment-BNI. Setelah surat lamaran diterima, tersangka akan menghubungi korban menggunakan email yang telah dibuat sebelumnya.

Tersangka lantas minta calon pelamar kerja melakukan pembayaran sebesar Rp1,7 juta dengan dalih untuk biaya akomodasi hotel dan biaya transportasi.

Sejak beroperasi tahun 2020, aksi MTN telah memakan 20 korban dengan total keuntungan yang diraup mencapai Rp40 juta.

Setelah didalami, rupanya pelaku juga melakukan penipuan termasuk BUMN.

Tersangka pun dijerat Pasal 35 jo pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara atau denda paling banyak Rp12 miliar.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *