Media Sosial

Belajar dari Youtube, Dua Orang Menanam Ganja Secara Hidroponik di Apartemen

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan membongkar peredaran narkoba jenis ganja. Pelaku MM dan AA menanam ganja secara hidroponik di sebuah unit apartemen kawasan Bekasi.

Wakapolres Metro Jaksel, AKBP Harun menerangkan, MM bekerjasama dengan AA melakukan budidaya ganja. Ide ini tercetus dari MM usai mempelajari teknik menanam ganja secara hydroponik melalui tayangan youtube. Dia kemudian membeli bibit ganja pertama kali pada 2019 dengan harga per-paket Rp 200 ribu.

“Tersangka dalam melakukan penanaman ini dengan cara hidroponik atau dicangkok. Ini tersangka dapatkan melalui youtube. Jadi tersangka ini belajar dari youtube,” kata Harun kepada wartawan di Polres Metro Jaksel, Jumat (22/4).

Harun mengatakan, MM mencoba memperaktikan di sebuah apartemen. Dia berkerja sama dengan AA menyewa unit apartemen di lantai 19. Secara pengetahuan, AA terbilang mahir. Kepada polisi, mengaku pernah menanam selada secara hydroponik.

“Sehingga dari pengalaman penanaman selada ini dipraktekan ke dalam ganja. Satu ruangannya full diisi dengan tanaman-tanaman jenis ganja,” ujar dia.

Harun mengatakan, AA dan MM saling berbagi tugas. MM merawat tanaman ganja sedangkan AA menjual kepada orang-orang terdekat di sekitaran Bekasi dan Jakarta Selatan. Tercatat, usaha mereka telah beroperasi selama kurang lebih 8 bulan dengan keuntungan Rp 40 juta.

“Mereka bukan menjual daunnya, tapi bunganya yang dijual adalah bunganya untuk bisa dipanen dalam satu batangnya membutuhkan lebih dari 4 bulan, satu tanaman ini dalam 4 bulan baru bisa di panen,” ujar dia.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 Junto 111 ayat 2 Undang-Undang No 35 tentang Narkotika dengan hukuman minimal 6 tahun maksimal 20 tahun penjara.

Baca Selengkapnya

Baca Juga:  Mbah Minto, Bintang Iklan dan YouTuber Nenek-Nenek Asal Klaten Meninggal Dunia