Ada 13 Kelurahan di Jakarta Pusat Belum Punya Puskesmas

Suasana vaksinasi untuk lansia dengan kategori umum di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (23/2/2021).
Suasana vaksinasi untuk lansia dengan kategori umum di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (23/2/2021).
Bagikan:

Jakarta – Masih ada 13 kelurahan di wilayah Jakarta Pusat yang belum memiliki Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Hal itu menjadi persoalan serius dalam pelayanan kesehatan di wilayah setempat.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma menyebut, 13 wilayah itu belum memiliki gedung untuk dijadikan Puskesmas. Hal itu disampaikannya dalam paparan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Jakarta Pusat Tahun 2021, Senin kemarin.

Pemkot Jakpus akhirnya menyewa gedung untuk pelayanan kesehatan, selain itu langkah yang dilakukan adalah dengan menggunakan Puskesmas Keliling (Pusling).

“Terdapat 13 kelurahan belum memiliki Puskesmas atau gedung Puskesmas kelurahan,” kata Dhany dalam Musrenbang Jakarta Pusat tahun 2021 secara virtual, Senin (29/3/2021).

Pemkot mengusulkan pengadaan lahan dan pembangunan Puskesmas di 4 lokasi yakni di Kelurahan Gondangdia dan Kelurahan Karanganyar dengan lahan tersedia seluas 479 meter persegi.

Kemudian, pengadaan lahan dan pembangunan Puskesmas Kelurahan Gunung Sahari dengan lahan tersedia seluas 2.110 meter serta pengadaan lahan dan pembangunan Puskesmas Kelurahan Kebon Kacang dengan lahan seluas 800 meter.

Atas usulan tersebut, Pemkot Jakarta Pusat terus melakukan optimalisasi layanan kesehatan melalui Puskesmas kecamatan, Puskesmas kelurahan baik yang memiliki gedung maupun sewa serta Pusling.

Peningkatan layanan kesehatan juga dilakukan melalui optimalisasi layanan Posyandu serta peningkatan kesehatan lingkungan dan sanitasi berbasis masyarakat.

Puskesmas memegang peranan penting dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Percepatan pelaksanaan program ini tergantung pada kesiapan layanan kesehatan masyarakat tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Kabat, Banyuwangi, Selasa (2/3), atau tepat satu tahun pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Kita beruntung memiliki infrastruktur puskesmas yang andal, seperti di Puskesmas Kabat, Kabupaten Banyuwangi, kita lihat proses vaksinasi berlangsung lancar. Tenaga kesehatan dan infrastruktur puskesmas sangat siap,” kata Puan dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.

READ  Eks Pentolan FPI Deklarasikan Front Persatuan Islam

Puskesmas menjadi agen untuk menerapkan prinsip vaksinasi yang berkeadilan, karena warga di desa-desa dapat terjangkau vaksinasi sehingga prinsip vaksinasi berkeadilan terpenuhi.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *